disabler

Kamis, 03 Januari 2019

Assessing The Spatial Distribution of Urban Parks Using GIS Study case in Seoul, South Korean


Assessing The Spatial Distribution of Urban Parks Using GIS
Study case in Seoul, South Korean

Kata Pengantar
Ketika mengevaluasi kota internasional dalam hal daya saing, salah satu aspek utama yang harus diperhatikan adalah kehadirannya fasilitas umum seperti taman kota.

Perbandingan luas taman di kota besar



Text Box: Comparison of statistical indices of urban parks in major world cities
Luas total taman kota di Kota Seoul adalah sekitar 158 km2 yang terbilang cukup besar dibandingkan dengan kota-kota lain di seluruh dunia.

Metodologi
Menggunakan metode analisis jaringan GIS, penelitian ini menganalisis aksesibilitas pejalan kaki yang sebenarnya ke taman kota di Seoul dan tingkat patronase yang dihasilkan mereka.



Lokasi Studi
Wilayah studi Seoul adalah kota yang terbesar dan paling padat serta maju di Korea. Luas total Seoul adalah sekitar 606 km2 dan kota mencatat 10.280.000 penduduk pada tahun 2002. Ada 5 sub-wilayah dan 25 distrik di kota.


Analisis
Jalan Pedestrian di kota Seoul


Contoh data Jaringan untuk pejalan kaki, penyebrangan, jalan laying dan underpass




Gambar dibawah menunjukkan daerah pemukiman di mana layanan taman lingkungan tidak disediakan. Di utara dan selatan daerah sungai, jalan raya utama menghalangi akses penduduk dari Sungai Han. Karena itu, aksesibilitas dari beberapa perumahan daerah ke taman tepi sungai rendah. Dari analisis ini, itu menemukan bahwa sekitar setengah dari penduduk tidak secara langsung manfaat dari taman lingkungan mereka.


Kesimpulan
       Total area layanan taman perkotaan di Kota Seoul yang diidentifikasi oleh analisis jaringan adalah 249 km2
       Sebagian besar taman kota ini terletak di daerah luar akses, sehingga frekuensi penduduk untuk mengunjunginya pun kecil
       Menggunakan metoden analisis jaringan, GIS menunjukan bahwa distribusi taman kota di Kota Seoul ini masih belum efektif
       Pembangunan taman kota harus menjadi prioritas, terutama aksesnya yang harus lebih di efektifkan lagi


Tidak ada komentar:

Posting Komentar