Assessing The Spatial
Distribution of Urban Parks Using GIS
Study case
in Seoul, South Korean
Kata Pengantar
Ketika
mengevaluasi kota internasional dalam hal daya saing, salah satu aspek utama
yang harus diperhatikan adalah kehadirannya fasilitas umum seperti taman kota.
Perbandingan luas taman di kota besar
Luas total
taman kota di Kota Seoul adalah sekitar 158 km2 yang terbilang cukup besar
dibandingkan dengan kota-kota lain di seluruh dunia.
Metodologi
Menggunakan
metode analisis jaringan GIS, penelitian ini menganalisis aksesibilitas pejalan
kaki yang sebenarnya ke taman kota di Seoul dan tingkat patronase yang
dihasilkan mereka.
Lokasi Studi
Wilayah
studi Seoul adalah kota yang terbesar dan paling padat serta maju di Korea.
Luas total Seoul adalah sekitar 606 km2 dan kota mencatat 10.280.000 penduduk
pada tahun 2002. Ada 5 sub-wilayah dan 25 distrik di kota.
Analisis
Jalan
Pedestrian di kota Seoul
Contoh data Jaringan untuk pejalan
kaki, penyebrangan, jalan laying dan underpass
Gambar
dibawah menunjukkan daerah pemukiman di mana layanan taman lingkungan tidak
disediakan. Di utara dan selatan daerah sungai, jalan raya utama menghalangi
akses penduduk dari Sungai Han. Karena itu, aksesibilitas dari beberapa
perumahan daerah ke taman tepi sungai rendah. Dari analisis ini, itu menemukan
bahwa sekitar setengah dari penduduk tidak secara langsung manfaat dari taman
lingkungan mereka.
Kesimpulan
• Total area layanan taman perkotaan di
Kota Seoul yang diidentifikasi oleh analisis jaringan adalah 249 km2
• Sebagian besar taman kota ini terletak
di daerah luar akses, sehingga frekuensi penduduk untuk mengunjunginya pun
kecil
• Menggunakan metoden analisis jaringan,
GIS menunjukan bahwa distribusi taman kota di Kota Seoul ini masih belum
efektif
• Pembangunan taman kota harus menjadi
prioritas, terutama aksesnya yang harus lebih di efektifkan lagi







Tidak ada komentar:
Posting Komentar